Inang penjual lapet

“Lapet…………lapet………….!”, seru seorang inang penjual lapet.
(lapet merupakan makanan tradisional batak yang terbuat dari
tepung beras/ketan yang dibungkus dengan daun pisang; inang sebutan lain untuk ibu di Batak).
Lapet itu ditaruh ke sebuah baskom kemudian diletakkan di atas kepala.

Inang itu setiap pagi menjual lapet buatannya di sekitar lingkunganku.
Setiap kali inang itu melewati rumahku itu, aku merasa seperti berada di huta 🙂
(huta: sebutan lain untuk desa/kampung)
Timbul rasa iba sekaligus syukur.
Iba karena keuntungan dari berjualan lapet itu sangat sedikit.
Sedikit untuk membiayai kebutuhannya dan keluarganya.
Syukur karena walaupun dengan untung sedikit, inang itu masih dapat hidup hingga saat ini.

Sungguh indah Kau Tuhan!
T_T

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s