Arsip Kategori: abstrak

Tantangan

Berterima kasih buat orang-orang di sekitar kita.
Mereka adalah contoh nyata, bagaimana tantangan terjadi atas diri mereka.
Bagaimana mereka selalu berjuang menghadapi tantangan. Terlepas bagaimana endingnya nanti. Begitu juga dengan usia mereka. Walaupun tidak lagi terbilang muda, semangat mereka selalu membara. Mungkin inilah yang harus dicontoh orang-orang muda zaman sekarang.

 

Iklan

Out of goodbyes

Musik dan vokal yang benar-benar klik banget buatku.
Semakin lama semakin dalam, hingga aku ingin mengetahui liriknya.
Tak kirain happy ending, tak taunya lagu sedih.
begh…
Tapi sudahlah, berhubung aku sudah keburu suka,
dan darah senimanku lagi naik, :p
kuberanikan saja menulis lirik lagu ini dalam bahasa Indonesia.
ha.ha..

Terjemahan sendiri dari
http://www.songmeanings.net/songs/view/3530822107858844543/

Kau berkata lebih semangat
Tapi ada perkataanmu yang membuatku terluka
Aku mencoba mendekat walaupun itu sudah terlambat
Akulah pria yang terus menunggu untuk terus bersamamu

Saat perjalanan pulang, aku menyadari
ada rasa terkejut menyelimuti pandanganmu

Sekarang, hubungan kita sudah berakhir
Kan kujalani hariku dan aku ingin kita tetap berteman
Karena kita sudah berpisah
Kita sudah berpisah, sudah berpisah

Tidak pernah memintamu untuk berubah
Tapi sayang sekali kau tidak merasakan hal yang sama
Aku berharap pria itu mencintaimu seperti aku mencintaimu

ku kan selalu di sampingmu

p=pria, w=wanita

p : w, kenapa wajahmu koq murung?
w : aku lulus seleksi beasiswa S2 manajemen ke Australia
p : harusnya senang donk
w : tapi ibuku melarang.
katanya adikku yg baru masuk jurusan kedokteran membutuhkan biaya yang besar.
P : tapi kan kamu dapat beasiswa, gak keluar duit lg donk.
w : beasiswa hanya untuk uang kuliah saja,
biaya hidup tetap ditanggung sendiri.
Aa….ku… su..dah.. la..ma.. se..ka.li. me.mimpikan.. S2 ini
(terbata-bata sambil menahan air mata)
p : jangan kau tahan tangismu, menangislah…..
w : ………………….. (sambil menangis di bahu p)

puisiku

Ada garis yang terpotong
Terpotong bukan karena berhenti bergerak
Tapi karena mata lebih memilih untuk terpejam

Ada bunyi yang terdiam
Terdiam bukan karena berhenti bergetar
Tapi karena telinga lebih memilih untuk tertutup

Ada ide yang terhapus
Terhapus bukan karena lupa
Tapi karena akal lebih memilih untuk terbungkam

Ada ada yang terputus
Terputus bukan karena berhenti berharap
Tapi karena hati lebih memilih untuk terkekang